makalah ruang lingkup proses pendidikan
BAB I
PENDAHULUAN
- Latar
Belakang
Sekolah adalah lembaga yang bersifat kompleks
dan unik. Bersifat kompleks karena sekolah sebagai organisasi didalamnya
terdapat berbagai dimensi satu sama lain saling berkaitan dan saling
menentukan. Sedangkan sifat unik, menunjukkan bahwa sekolah sebagai organisasi
memiliki ciri-ciri tertentu yang tidak dimiliki oleh organisai-organisasi lain.
Ciri-ciri yang menempatkan sekolah memiliki karakter tersendiri, dimana terjadi
proses belajar mengajar, tempat terselenggaranya pembudayaan kehidupan umat
manusia. Karena sifatnya yang kompleks dan unik tersebutlah, sekolah sebagai
organisassi memerlukan tingkat koordinasi yang tinggi.
Untuk merealisasikan tujuan pendidikan nasional
setiap sekolah perlu melakukan manajemen sekolah agar tujuan kegiatan belajar
mengajar dapat berlangsung secara teratur, efektif dan efisien. Sekolah
merupakan lembaga pendidikan, yang menampung peserta didik dan dibina agar
mereka memiliki kemampuan, kecerdasan dan keterampilan. Dalam proses pendidikan
diperlukan pembinaan secara terkoordinasi dan terarah.
Agar pemahaman kita tentang manajemen
pendidikan lebih luas dan komprehensif, maka penulis menyusunnya dalam sebuah
makalah dengan judul “Ruang Lingkup Manajemen Pendidikan”.
Semoga bermanfaat dan berguna untuk pribadi penulis dan pembaca pada umumnya.
- Rumusan
Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang makalah di
atas, maka perumusan masalah dalam makalah meliputi:
- Apa saja
ruang lingkup manajemen pendidikan?
- Apa yang
dimaksud manajemen kurikulum?
- Apa yang
dimaksud manajemen siswa?
- Apa yang
dimaksud manajemen personal sekolah?
- Apa yang
dimaksud manajemen organisasi sekolah?
- Apa yang
dimaksud manajemen tata laksana sekolah?
- Apa yang
dimaksud manajemen keuangan sekolah?
- Tujuan
Penulisan
Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah
sebagai berikut:
- Untuk
mengetahui ruang lingkup manajemen pendidikan
- Untuk
mengetahui manajemen kurikulum
- Untuk
mengetahui manajemen siswa
- Untuk
mengetahui manajemen personal sekolah
- Untuk
mengetahui manajemen organisasi sekolah
- Untuk
mengetahui manajemen tata laksana sekolah
- Untuk
mengetahui manajemen keuangan sekolah
- Manfaat
Penulisan
Adapun manfa’at yang dapat diperoleh dari
penulisan makalah ini sebagai berikut:
- Secara
teoritis sebagai tambahan khasanah pengetahuan dibidang ilmu kependidikan
khususnya tentang ruang lingkup manajemen pendidikan
- Secara
praktis menjadi sarana latihan bagi penulis dalam mengembangkan seni dalam
menulis karya ilmiah, serta bagi pembaca semua menjadi sarana untuk
memperoleh ilmu terkait ruang lingkup manajemen pendidikan serta
pelaksanaan manajemen pendidikan dalam praktik pendidikan
- Sistematika Penulisan
- BAB I PENDAHULUAN
Bab ini merupakan bab pertama yang meliputi
latar belakang, rumusan masalah, tujuan penulisan, manfaat penulisan, dan
sistematika penulisan
2.
BAB II LANDASAN TEORI
Bab ini
berisi tentang kajian-kajian teori yang melandasi tentang ruang lingkup manajemen
pendidikan- BAB III PEMBAHASAN
Bab ini menguraikan tentang manajemen kegiatan
ekstrakurikuler dalam meningkatkan kualitas sekolah
- BAB IV
PENUTUP
Bab ini
merupakan bab terakhir yang berisi tentang simpulan, saran, dan daftar pustaka
BAB II
PEMBAHASAN
- Ruang Lingkup Manajemen Pendidikan [1]
Dalam membicarakan ruang lingkup manajemen
pendidikan ini akan dilihat dari 4 sudut pandang, yaitu dari sudut wilayah
kerja, objek garapan, fungsi atau urutan kegiatan dan pelaksana.
- Ruang lingkup menurut wilayah kerja.
Berdasarkan atat tinjauan wilayah kerja, ruang
lingkup manajemen pendidikan dipisahkan
- Manajemen pendidikan seluruh Negara, yaitu
manajemen pendidikan untuk urusan nasional. Yang ditangani dalam lingkup
ini bukan hanya pelaksaan pendidikan di sekolah saja tetapi juga
pendidikan luar sekolah, pendidikan pemuda, penyelenggaraan
latihan,penelitian, pengembangan masalah-masalah pendidikan serta meliputi
pula kebudayaan dan kesenian.
- Manajemen pendidikan satu provinsi, yaitu
manajemen pendidikan yang meliputi wilayah kerja satu propinsi yang
pelaksanaannya dibantu lebih lanjut oleh petugas manajemen pendidikan di
kabupaten dan keca,atan.
- Manajemen pendidikan satu kabupaten/kota,
yaitu manajemen pendidikan yang meliputi wilayah kerja satu
kabupaten/kota, meliputi semua urusan pendidikan memuat jenjang dan jenis.
- Manajemen pendidikan satu unit kerja.
Pengertian dalam manajemen unit ini lebih dititikberatkan pada satu unit
kerja yang langsung menangani pekerjaan mendidik misalnya; sekolah, pusat
latihan, pusat pendidikan, dan kursus-kursus. Dengan demikian ciri
unit adalah adanya (1) Pemberi pelajaran. (2) Bahan yang diajarkan. (3)
Penerima pelajaran, ditambah semua sarana penunjangnya.
- Manajemen kelas, sebagai suatu kesatuan
kegiatan terkecil dalam usaha pendidikan yang justru merupakan “dapur
inti” dari selurih jenis manajemen pendidikan. Dalam manajemen kelas inilah
kemudian terdapat istilah “pengelolaan kelas” baik yang bersifat
instruksional maupun manajerial.
- Ruang lingkup menurut objek garapan
Yang dimaksud dengan objek garapan manajemen
pendidikan dalam uraian ini adalah semua jenis kegiatan manajemen yang secara
langsung maupun tidak langsung terlibat dalam kegiatan mendidik. Sebagai titik
pusat pandangan adalah kegiatan mendidik di sekolah. Namun karena kegiatan
disekolah tersebut tidak dapat dipisahkan dari jalur-jalur lingkungan
formal maupun non-formal, maka tentu juga dibahs lingkup sdistem pendidikan
sampai ke tingkat pusat.
Ditinjau dari objek garapan manajemen
pendidikan, dengan titik tolak pada kegiatan “dapur inti” yaitu kegiatan
belajar-mengajar di kelas, maka sekurang-kurangnya ada 8 obyek garapan, yaitu:
- Manjemen siswa
- Manajemen personil sekolah
- Manajemen kurikulum
- Manejemen sarana atau material
- Manajemen tatalaksana pendidikan
- Manjemen pembiayaan
- Manjemen lembaga-lembaga pendidikan dan
organisasi pendidikan
- Manajemen hubungan masyarakat atau
komunikasi pendidikan
- Menurut fungsi atau urutan kegiatan
Adapun fungsi manjemen atau pengelolaan ini adalah:
- Merencanakan
- Mengorganisasikan
- Mengarahkan
- Mengkoordinasikan
- Mengkomunikasikan
- Mengawasi atau mengevaluasi
Bagaimanapun pembagiannya, atau apapun
sebutannya, unsur-unsur kegiatan tersebut tetap berkaitan satu sama lain.
Kaitan tersebut bersifat bolak balik. Jadi misalnya kita berpikir tentang
perencanaan, tentu telah berpikir pula bagaimana nanti bentuk organisasinya,
siapa-siapa yang akan menangani tugas, bagaimana pengarahannya dan sebagainya.
- Menurut pelaksana
Banyak orang mengira bahwa bertanggungjawab
melaksanakan manjemen pendidikan hanyalah kepala sekolah dan staf tata usha.
Pandangan seperti itu keliru. Manajemen adalah suatu kegiatan yang sifatnya
melayani. Dalam kegiatan belajar mengajar, manajemen berfungsi untuk
melancarkan jalannya proses tersebut, atau membantu terlaksananya kegiatan
mencapai tujuan agar diperoleh hasil yang efektif dan efisien.
Dalam lingkungan kelas, guru adalah
administrator. Gutu harus melaksakan kegiatan manajemen. Di lingkungan sekolah,
kepala sekolah adalah administrator. Dengan pengertian bahwa manjemen adalah
pengelolaan, manjemen, maka kepala sekolah bertindak sebagai manajer di sekolah
yang dipimpinnya.
Selain para administrator di sekolah, masih ada
lagi pelaksana manjemen pendidikan yaitu orang-orang yang bekerja di
kanto-kantor pendidikan dan pusat-pusat latihan atau di kursus-kursus mempunyai
peranan dan tugas seperti pelaksana di sekolah.
- Manajemen
Kurikulum
Manajemen kurikulum adalah segenap proses usaha
bersama untuk memperlancar pencapaian tujuan pengajaran dengan titik berat pada
usaha, meningkatkan kualitas interaksi belajar mengajar. Kurikulum dalam arti
sempit adalah jadwal pelajaran. Kurikulum dalam arti luas adalah semua
pengalaman yang diberikan oleh lembaga pendidikan kepada anak didik
selama pmengikuti pendidikan.
Dengan pengertian ini maka pengaturan
halaman sekolah, penempatan keranjang sampah atau ketatnya disiplin sekolah
dijalankan ikut termasuk dalam cakupan kurikulum karena semuanya itu akan
menghasilkan suatu yang tercermin pada lulusan.
- Pedoman-pedoman pelaksaan kurikulum
Disamping perencanaan dalam pendidikan,
pemerintah pusat mengeluarkan pedoman-pedoman umum yang harus diikuti sekolah,
pedoman-pedoman tersebut antara lain:
- Struktur program
Yang dimaksud dengan struktur program adalah
susunan bidang pelajaran yang harus dijadikan pedoman pelaksanaan kurikulum di
suatu jenis dan jenjang sekolah.
1.
Penyusunan
jadwal pelajaran
Yang dimaksud dengan jadwal pelajaran adalah
urutan-urutan mata pelajaran sebagai pedoman yang harus diikuti dalam
pelaksaan pemberian pelajaran. Jadwal pelajaran ini sangat bermanfaat bagi,
siswa, guru, maupun kepala sekolah.
2.
Penyusunan
kalender pendidikan
Menyusun rencana kerja sekolah untuk kegiatan
selama satu tahun merupakan bagian manjemen kurikulum terpenting yang
harus sudah disusun sebelum ajaran baru. Tujuan dari penyusunan kalender
akademik adalah agar pengguanaan waktu selama satu tahun terbagi secara merata
dan sebaik-baiknya dari peningkatan mutu pendidikan. Adanya pedoman dari pusat
dimaksudkan agar ada keseragaman untuk seluruh sekolah di Indonesia. Hal-hal
yang diatur adalah:
- Penerimaan
siswa baru dan persiapan tahun ajaran baru
- Prosedur
pengisian hari pertama di sekolah
- Kegiatan
belajar mengajar
- Kegiatan
dalam liburan sekolah
- Upacara-upacara
sekolah
- Kegiatan
ekstrakurikuler
3.
Pembagian
tugas guru
Dalam mengadakan pembagian tugas guru, kepala
sekolah tidak boleh “main perintah dan main tunjuk” tetpi dibicarakan
dalam rapat meja guru sebelum ajaran dimulai.
4.
Pengaturan
atau penempatan siswa dalam kelas
Pengaturan siswa dalam kelas sebaiknya sudah
dilakukan bersama waktu dengan pendaftaran ulang siswa tersebut. Hal ini akan
mempermudah siswa baru pada peristiwa hari pertama masuk ke sekolah. Oleh
karena keadaan kemapuan siswa belum dikenal, maka yang dipakai untuk
pertimbangan penempatan ke kelas anatara lain: jenis kelamin, asal sekolah dan
jika mungkin latar belakang orang tua atau wali.
5.
Penyusunan rencana mengajar
Penyusunan rencana mengajar dilakukan dua
tahap:
- Tahap penyusunan rencana terurai
Yang dimaksud dengan penyusunan rencana
terurai adalah pembuatan program garis besar tetapi terperinci mengenai
penyajian bahan pelajaran selam satu tahun.
- Tahap penyusunan satuan pelajaran
Penyusunan satpel sebainya dilakukan sekaligus
selesai sebelum mengajar. Namun jika tidak mungkin, dilakukan secara bertahap
jika sudah memadai.
Pengembangan kurikulum berlandaskan manajemen,
berarti melaksakan kegiatan pengembangan kurikulum berdasarkan pola pikir
manajemen, atau berdasarkan proses manajemen sesuai dengan fungsi-fungsi
manajemen, yang terdiri dari
- Perencanaan kurikulum, yang dirancang
berdasarkan analisis kebutuhan, menggunakan model tertentu dan mengacu
pada suatu desain kurikulum yang efektif
- Pengorganisasian kurikulum yang ditata
baik secara struktural maupun secara fungsional
- Implementasi yakni pelaksanaan kurikulum
di lapangan
- Ketenagaan dalam pengembangan kurikulum
- Kontrol kurikulum yang mencakup evaluasi kurikulum
- Mekanisme pengembangan kurikulum secara
menyeluruh
- Segi manajemen dalam pelaksanaan kurikulum
Sebagai salah satu batasan
pengertian yang dimaksud dengan pelaksanaan kurikulum adalah
pelaksanaan mengajar dikelas yang berkali-kali telah disebut merupakan
inti dari kegiatan pendidikan sekolah. Oleh karena itu, secara manajemen,
selama guru berada dalam kelas terbagi menjadi 3 tahap, yaitu:
- Persiapan
Yang dimaksud dengan tahap persiapan adalah
kegiatan yang dilakukan oleh guru sebelum memulai mengajar, yang dikerjakan
antara lain:
- Mengucapkan “selamat pagi” dan meletakkan
alat-alat mengajar di meja
- Meperhatikan kondisi sekeliling kelas
apakah ada kondisi yang mengganggu proses belajar mengajar misalnya
jendela belum ditutup, papan tulis belum dibersihkan, terdapat gambar
miring, dan sebagainya
- Melakukan absensi
- Memeriksa apakah siswa sudah siap dengan
catatan dan sudah tidak adalagi barang-barang atau buku lain yang dipegang
siswa
- Pelaksanaan
pelajaran
Yang dimaksud dengan pelaksanaan pelajaran adalah
kegiatan belajar mengajar sesungguhnya yang dilakukan oleh guru dan sudah ada
interaksi langsung dengan siswa mengenai pokok bahasan yang diajarkan.
Pelaksanaan pelajaran terbagi menjadi 3 tahapan, yaitu:
- Pendahuluan: yaitu mulai mengajar dan
mengarahkan perhatian untuk masuk ke pokok bahasan, misalnya dengan
memberikan apersepsi atau mengajukan pertanyaan yang harus dijawab siswa
atau menyuruh siswa untuk bercerita tentang bahan yang akan diterangkan
dan sebagainya
- Pelajaran inti: interaksi belajar mengajar
yang terjadi dimana selama guru dan siswa membahas pokok bahasan yang
menjadi acara pada jam itu
- Evaluasi: yaitu kegiatan yang dilakukan
oleh guru setelah selesai pembahasan pelajaran inti. Penutupan ini dapat
dilakukan dengan: membuat ringkasan, mengajukan pertanyaan, memberikan
evaluasi formatif, memberikan tugas rumah dan sebagainya
- Penutupan
Yang dimaksud dengan penutupan adalah kegiatan
yang terjadi di kelas setelah guru selesai mengajarkan materi. Penutupan
dilakukan dengan menghapus papan tulis, pesan dan kesan, ucapan salam dan
sebagainya.
- Manajemen
Siswa
- Pengertian
Manjemen siswa adalah kegiatan pencatatan siswa
mulai dari proses penerimaan hingga siswa tersebut
lulus dari sekolah disebabkan karena tamat atau sebab lain. Tidak semua hal yang
berhubungan dengan siswa termasuk dalam manjemen siswa, tetapi adakalanya
masuk dalam manjemen lain. Mengelompokkan siswa untuk membentuk
kelompok-kelompok belajar, termasuk dalam majemen kurikulum, tetapi mencatat
hasil belajar siswa dapat dikategorikan sebagai manjemen siswa.
- Ruang lingkup manajemen siswa
Dengan
melihat pada proses memasuki sekolah sampai sampai meninggalkannya
terdapat 4 kelompok pemanajemenan, yaitu:
- Penerimaan siswa baru
Penerimaan
siswa baru merupakan peristiwa penting bagi suatu sekolah, karena peristiwa ini
merupakan titik awal yang menentukan kelancaran tugas sesuatu sekolah. Maka
menjelang tahun ajaran baru proses penerimaan siswa baru harus sudah selesai.
Untuk itu penunjukkan panitia penerimaan siswa baru telah dilakukan oleh kepala
sekolah sebelum tahun ajaran berakhir.
Tugas
panitia penerimaan:
- Menentukkan banyaknya siswa yang diterima
- Menentukkan syarat-syarat penerimaan siswa
baru
- Melaksakan penyaringan
- Mengadakan pengumuman penerimaan
- Mendaftar kembali calon yang sudah
diterima
- Melaporkan hasil pekerjaannya kepada
pimpinan sekolah
- Ketatausahaan siswa
Sebagai
tindak lanjut dari penerimaan siswa maka kini menjadi tugas tata usaha sekolah
untuk mrmproses siswa-siswa tersebut dalam catatan sekolah. Catatan-catatan
sekolah dibedakan atas 2 jenis yaitu:
- Catatan-catatan untuk seluruh sekolah
- Buku induk.
- Buku klapper
- Catatan tata tertib sekolah:
- Catatan-catatan untuk satu kelas
(masing-masing)
- Buku kelas, cuplikan buku induk
- Buku presensi kelas yang diisi tiap\ hari
dan p\ada akhir bulan dihitung presentasenya
- Buku-buku lain mengenai catatan presensi
belajar dan bimbingan penyuluhan
- Pencatatan bimbingan dan penyuluhan
Ada
empat jenis bimbingan yang dapat dilaksanakan di sekolah yaitu:
- Bimbingan pribadi
- Bimbingan social
- Bimbingan belajar
- Bimbingan karir
- Pencatatan prestasi belajar
Pencataan
prestasi belajar ada yang merupakan pencatatan untuk seluruh sekolah,
untuk masing-masing kelas da nada yang untuk siswa perorangan. Diantaranya
dicatat dalam bentuk:
- Buku daftar nilai
- Buku leggier (buku kumpulan nilai)
- Buku raport
- Manajemen Personal Sekolah
Personalia adalah semua anggota organisasi yang
bekerja untuk kepentingan organisasi itu yaitu untuk mencapai tujuan yang sudah
ditentukan. Personalia organisasi pendidikan mencakup para guru, para pegawai,
para wakil siswa/mahasiswa. Termasuk juga para manajer pendidikan yang mungkin
dipegang oleh beberapa guru. Personalia ini ditangani oleh para manajer agar
aktivitas mereka dapat dipertahankan dan semakin meningkat.
Manajemen personil Orang-orang dalam organisasi
pendidikan merupakan penentu keberhasilan atau kegagalan pendidikan. Walaupun
sumber pendidikan yang lain seperti dana mencukupi, media lengkap, bahan
pelajaran tersedia, sarana dan prasarana baik, lingkungan belajar kaya, tetapi
pelaksana-pelaksana pendidikan tidak berkompetensi dan tidak berdedikasi belum
tentu tujuan pendidikan akan tercapai.
adalah segenap proses penataan yang
bersangkut-paut dengan masalah memperoleh dan menggunakan tenaga kerja di
sekolah dengan efisien, demi tercapainya tujuan sekolah yang telah ditentukan
sebelumnya. Segenap proses penataan yang dimaksud meliputi perencanaan pegawai,
cara memperoleh tenaga kerja yang tepat, cara menempatkan dan penugasan, cara
pemeliharaannya, cara pembinaannya, cara mengevaluasinya, cara pemutusan
hubungan kerja.
Jenis personil di sekolah ditinjau dari
tugasnya yaitu:
- Tenaga
Pendidik
Tenaga pendidik terdiri atas pembimbing,
penguji, pengajar, dan pelatih.
- Tenaga Fungsional Kependidikan
Tenaga
fungsional pendidikan terdiri atas pengawas, peneliti, dan pengembang di bidang
pendidikan dan pustakawan.
- Tenaga Teknis Kependidikan
Tenaga
teknis kependidikan terdiri atas laboran dan teknisi sumber belajar.
- Tenaga Pengelola Satuan Pendidikan
Tenaga
pengelola satuan pendidikan terdiri atas kepala sekolah, direktur, ketua,
rektor, dan pimpinan satuan pendidikan luar sekolah.
- Tenaga Administratif: Staf Tata Usaha
- Manajemen
Organisasi Sekolah
Organisasi secara etimologi berasal dari bahasa
latin organum yang
berarti alat. Sedangkan dalam bahasa Inggris organize berarti mengorganisasikan
yang menunjukkan tindakan atau usaha untuk mencapai sesuatu. Jika dikaitkan
dengan pendidikan, organisasi adalah tempat untuk melakukan aktivitas
pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan yang diinginkan.
Struktur adalah mekanisme
organisasi, yang mana pada struktur itulah ditentukan apa yang harus dikerjakan
oleh setiap personalia organisasi dan akan tampak pula pekerjaan-pekerjaan mana
yang bisa digabungkan dibawah satu ketua. Salah satu fungsi atau tugas
manajemen adalah mengorganisasi. Dalam tugas ini tidak dimaksud manajer membuat
organisasi atau menggerakkan para anggota organisasi, akan tetapi membuat
struktur atau merumuskan mekanisme kerja bagi organisasinya.
Keberadaan struktur organisasi menjadi pembeda
utama antara organisasi formal dan informal. Struktur organisasi formal atau
sekolah dimaksudkan untuk menyediakan penugasan kewajiban dan tanggung jawab
kepada personel dan membangun hubungan tertentu diantara orang-orang pada berbagai
kedudukan. Struktur dalam organisasi formal (sekolah) memperlihatkan unsur
administrasi diantaranya kedudukan, hierarki kekuasaan, serta kedudukan garis
dan staf.
- Manajemen
Tata Laksana Sekolah
Tata laksana artinya sekumpulan aktivitas kerja
terstruktur dan saling terkait yang menghasilkan keluaran yang sesuai dengan
kebutuhan pengguna. Atau serangkaian tindakan sistematis dengan menggunakan
alat kerja atau sarana kerja untuk menghasilkan bagian-bagian kelengkapan
keluaran suatu tatalaksana (business process).
Manajemen suatu tatalaksana (business
process) harus memenuhi beberapa prinsip sebagai berikut:
- Definitif
Suatu tatalaksana (business process) harus memiliki
batasan, masukan, serta keluaran yang jelas.
2.
Urutan
Suatu tatalaksana (business process) harus terdiri
dari aktivitas yang berurut sesuai waktu dan ruang.
3.
Pelanggan
Suatu tatalaksana (business process) harus mempunyai
penerima hasil proses.
4.
Nilai tambah
Transformasi yang terjadi dalam proses harus
memberikan nilai tambah pada penerima.
5.
Keterkaitan
Suatu proses tidak dapat berdiri sendiri,
melainkan harus terkait dalam suatu struktur organisasi.
- Manajemen
Keuangan Sekolah
Manajemen keuangan dapat diartikan sebagai
tindakan pengurusan/ketatausahaan keuangan yang meliputi pencatatan,
perencanaan, pelaksanaan, pertanggungjawaban, dan pelaporan (Depdiknas Ditjen
Dikdasmen, 2007). Dengan demikian, manajemen keuangan sekolah merupakan
rangkaian aktivitas mengatur keuangan sekolah mulai dari perencanaan,
pembukuan, pembelanjaan, pengawasan, dan pertanggung-jawaban keuangan sekolah.
Beberapa kegiatan manajemen keuangan yaitu
memperoleh dan menetapkan sumber-sumber pendanaan, pemanfaatan dana, pelaporan,
pemeriksaan, dan pertanggungjawaban (Lipham, 1985; Keith, 1991). Dalam
manajemen keuangan sekolah terdapat rangkaian aktivitas yang terdiri dari
perencanaan program sekolah, perkiraan pemasukan dan pengeluaran dalam
pelaksanaan program, pengesahan, dan penggunaan anggaran sekolah.
Menejemen keuangan Sekolah digunakan untuk
membiayai pelaksanaan program sekolah secara efektif dan efisien. Oleh karena
itu, tujuan manajemen keuangan adalah:
1) meningkatkan keefektifan dan efisiensi
penggunaan keuangan sekolah
2) meningkatkan akuntabilitas dan transparansi
keuangan sekolah
3) meminimalkan penyalahgunaan anggaran sekolah
Untuk mencapai tujuan tersebut dibutuhkan
kreativitas kepala sekolah dalam menggali sumber-sumber dana, menempatkan
bendaharawan yang menguasai dalam pembukuan dan pertanggung-jawaban keuangan,
serta memanfaatkannya secara benar sesuai peraturan perundangan yang berlaku
Manajemen keuangan sekolah perlu memperhatikan
sejumlah prinsip. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 pasal 48 menyatakan bahwa
pengelolaan dana pendidikan berdasarkan pada prinsip keadilan, efisiensi,
transparansi, dan akuntabilitas publik. Disamping itu, prinsip keefektifan juga
perlu mendapat penekanan. Dengan demikian, prinsip manajemen dana pendidikan
meliputi transparansi, akuntabilitas, keefektifan, dan efisiensi.
BAB II
PEMBAHASAN
Manajemen Kegiatan Ekstrakurikuler Dalam
Meningkatkan Kualitas Sekolah[13]
Oleh: Irma Septiani dan Bambang Budi Wiyono
Kegiatan ekstrakurikuler
merupakan lahan untuk beraktualisasi diri yang kadang tidak ditemui dalam
kegiatan belajar mengajar sehari-hari, baik dalam kepemimpinan, olahraga,
kesenian, dan religi. Pengembangan ekstrakurikuler dapat bermanfaat bagi
sekolah yaitu sebagai sarana untuk promosi sekolah kepada masyarakat khususnya
masyarakat sekitar sekolah. Dengan prestasi yang diperoleh sekolah maka
akan meningkatkan derajat sekolah dimata masyarakat. Kegiatan-kegiatan yang
diadakan dalam program ekstrakurikuler didasari atas tujuan dari pada kurikulum
sekolah. Melalui kegiatan ekstrakurikuler yang beragam siswa dapat
mengembangkan bakat, minat dan kemampuannya. Pendidikan bertujuan untuk
menyediakan lingkungan yang memungkinkan siswa untuk mengembangkan potensi,
bakat dan kemampuannya secara optimal, sehingga mereka mampu mewujudkan dirinya
dan berfungsi sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan pribadinya maupun kebutuhan
masyarakat.
Kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan
pendidikan di luar matapelajaran dan pelayanan konseling untuk membantu
pengembangan peserta didik sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat dan minat
mereka melalui kegiatan yang secara khusus diselenggarakan oleh pendidik dan
tenaga kependidikan yang berkemampuan dan berwenang di sekolah. Dengan semakin
berkembangnya kegiatan ekstrakurikuler di sekolah, perlu adanya tindakan
manajemen dan tindakan pembinaan yang baik sehingga kegiatan tersebut
benar-benar bermanfaat bagi siswa. Selain memiliki berbagai macam jenis
kegiatan ekstrakurikuler yang dari segi proses menejemennya bagus, SMA Negeri 1
Malang ini juga mempunyai kulaitas yang sangat bagus dari segi manajemen
sekolahnya. Hal itu terbukti dari diperolehnya sertifikat ISO 9001:2008.
Proses Perencanaan Kegiatan Ekstrakurikuler di
SMA Negeri 1 Malang
Prinsip dalam proses perencanaan kegiatan
ekstrakurikuler di SMA Negeri 1 Malang
berhubungan dengan tata tertib. Proses
pembuatan rancangan kegiatan ekstrakurikuler yaitu
melakukan inventarisir jenis kegiatan
ekstrakurikuler, menyusun jadwal pelaksanaan kegiatan, menyusun pedoman
pelaksanaan kegiatan, mengadakan rapat untuk menentukan Pembina kegiatan,
mensosialisasikan rancangan program tersebut kepada guru dan komite sekolah. Pihak
yang telibat dalam proses pembuatan rancangan program kegiatan ekstrakurikuler
yaitu Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah bagian Kesiswaan, tim tata tertib
dari bagian kurikulum, dan Pembina kegiatan ekstrakurikuler. Pihak yang telibat
dalam proses pembuatan rancangan program kegiatan ekstrakurikuler yaitu Kepala
Sekolah, Wakil Kepala Sekolah bagian Kesiswaan, tim tata tertib dari bagian
kurikulum, dan Pembina kegiatan ekstrakurikuler. Hasil dari proses perencanaan
dalam kegiatan ekstrakurikuler di SMA Negeri 1 Malang yaitu berupa program
kegiatan ekstrakurikuler. Dengan adanya perencanaan yang matang dapat
memudahkan dalam setiap kegiatan yang telah ditentukan
bersama guna mencapai tujuan secara efektif dan
efisien.
Proses Pengorganisasian Kegiatan Ekstrakurikuler
di SMA Negeri 1 Malang
Pengorganisasian (Organizing) merupakan suatu cara
pengaturan pekerjaan dan pengalokasian pekerjaan diantara para anggota
organisasi sehingga tujuan pengorganisasian dapat dicapai secara efektif dan
efisien. Pada proses pengorganisasian di SMA Negeri 1 Malang struktur
organisasi yang berfungsi memudahkan setiap pembagian tugas dan melatih
tanggung jawab setiap anggota kegiatan ekstrakurikuler dan mempermudah
koordinasi dan komunikasi para anggota kegiatan ekstrakurikuler. Proses
pengorganisasian yang dilakukan oleh pihak sekolah sudah berjalan optimal. Semua
itu dapat berjalan dengan lancar atas bantuan dari berbagai pihak sesuai dengan
bidang yang digeluti oleh masing-masing komponen.
Komponen atau pihak yang terlibat dalam proses
pengorganisasian di SMA Negeri 1 Malang yaitu Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah
bagian Kesiswaan, Pembina kegiatan ekstrakurikuler dan para pengurus kegiatan
ekstrakurikuler (siswa) agar proses pengorganisasian dapat berjalan dengan
lancar.
Dengan adanya proses pengorganisasian terhadap
kegiatan ekstrakurikuler di sekolah dapat memudahkan dalam proses koordinasi
dan kerjasama antara pihak-pihak yang terlibat dalam implementasi kegiatan
dalam sebuah organisasi.
Proses Penggerakan Kegiatan Ekstrakurikuler di
SMA Negeri 1 Malang
Penggerakan adalah sebagai keseluruhan usaha,
cara, teknik dan metode untuk mendorong anggota organisasi agar mau dan ikhlas
bekerja dengan sebaik mungkin demi tercapainya tujuan organisasi dan efisien,
efektif dan dinamis. Proses penggerakan atau pelaksanaan kegiatan
ekstrakurikuler di SMA Negeri 1 Malang yaitu diatur dan disusun secara tertulis
agar kegiatan yang dijalankan dapat terarah dan berjalan dengan lancar sesuai
dengan pedoman, penggerakan atau pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler dimulai
dari awal tahun pelajaran. Pihak yang terlibat dalam proses penggerakan atau
pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler di SMA Negeri 1 Malang yaitu Pembina
kegiatan dan anggota kegiatan ekstrakurikuler (siswa). Komponen yang harus
diperhatikan dalam proses penggerakan atau
pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler di SMA Negeri
1 Malang yaitu sarana dan prasarana serta surat permohonan izin yang digunakan
untuk menunjang dan mendukung kelancaran proses penggerakan kegiatan
ekstrakurikuler.
Proses Pengawasan Kegiatan Ekstrakurikuler di
SMA Negeri 1 Malang
Pengawasan adalah proses mengarahkan
seperangkat variabel /unsur (manusia, peralatan mesin, organisasi) kearah
tercapainya suatu tujuan atau sasaran manajemen. Pengendalian dan pengawasan
diperlukan untuk mengetahui apakah pelaksanaan suatu kegiatan dalam organisasi
sesuai dengan rencana dan tujuan yang telah digariskan atau ditetapkan.
Pengawasan (controlling) merupakan fungsi
manajemen yang tidak kalah pentingnya dalam suatu organisasi.
Proses pengawasan pada kegiatan ekstrakurikuler
di SMA Negeri 1 Malang yaitu dilakukan oleh pihak sekolah dan kegiatan
pengawasan tersebut berlangsung pada saat latihan kegiatan ekstrakurikuler
berlangsung serta pada saat ada kegiatan kompetisi kegiatan ekstrakurikuler.
BAB IV
PENUTUP
- Simpulan
Ruang lingkup manajemen pendidikan dapat dilihat
dari 4 sudut pandang, yaitu dari sudut wilayah kerja, objek garapan, fungsi
atau urutan kegiatan dan pelaksana.
Ruang lingkup manajemen pendidikan meliputi:
- Manajemen
kurikulum
- Manajemen
siswa
- Manajemen
personal sekolah
- Manajemen
organisasi sekolah
- Manajemen
tata laksana sekolah
- Manajemen
keuangan sekolah
- Saran
Demikianlah makalah yang dapat kami sajikan
sebagai bahan pembelajaran kita bersama. Semoga dapat memberikan manfaat bagi
kita semua. Selanjutnya kritik dan saran selalu kami nantikan dari para pembaca
yang budiman demi terciptanya makalah kami yang lebih baik lagi kedepannya.
DAFTAR PUSTAKA
Didin Kurniadin dan Imam Machali, Manajemen
Pendidikan: Konsep dan Prinsip Pengelolaan Pendidikan. Yogjakarta:
Ar-Ruzz Media
Irma Septiani dan Bambang Budi Wiyono. 2012. Manajemen
Kegiatan Ekstrakurikuler Dalam Meningkatkan Kualitas Sekolah.
Jurnal Manajemen Pendidikan Vol. 23, No. 5. Malang: Universitas Negeri Malang
Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. 2013.
Pengelolaan Keuangan Sekolah/Madrasah. Bahan Diktat Kepala Sekolah. Jakarta:
Lembaga Pengembangan Dan Pemberdayaan Kepala Sekolah (Lppks)
Made Pidarta, Manajemen Pendidikan Indonesia. Jakarta:
Rineka Cipta
Oemar Hamalik. 2010. Manajemen
Pengembangan Kurikulum. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Suharsimi Arikunto dan Lia Yuliana. 2008. Manajemen
Pendidikan. Yogyakarta:Aditya Media.
[1] Prof.
Dr. Suharsimi Arikunto dan Lia Yuliana, S.Pd. 2008. Manajemen Pendidikan. (Yogyakarta:
Aditya Media). Hal. 5-8.
[2] Prof.
Dr. Suharsimi Arikunto dan Lia Yuliana, S.Pd. 2008. Manajemen Pendidikan. (Yogyakarta:
Aditya Media). Hal. 131.
[3] Prof.
Dr. Suharsimi Arikunto dan Lia Yuliana, S.Pd. 2008. Manajemen Pendidikan. (Yogyakarta:
Aditya Media). Hal. 133-139.
[4] Prof.
Dr. Oemar Hamalik. 2010. Manajemen Pengembangan Kurikulum. (Bandung:
PT. Remaja Rosdakarya). Hal 133-134.
[5] Prof.
Dr. Suharsimi Arikunto dan Lia Yuliana, S.Pd. 2008. Manajemen Pendidikan. (Yogyakarta:
Aditya Media). Hal. 140-141.
[6] Prof.
Dr. Suharsimi Arikunto dan Lia Yuliana, S.Pd. 2008. Manajemen Pendidikan. (Yogyakarta:
Aditya Media). Hal. 57.
[7] Prof.
Dr. Suharsimi Arikunto dan Lia Yuliana, S.Pd. 2008. Manajemen Pendidikan. (Yogyakarta:
Aditya Media). Hal. 57-60.
[9]
Suharsimi Arikunto dan Lia Yuliana, Manajemen Pendidikan Edisi kesatu. (Yogyakarta:
Aditya Media, 2008). Hal. 215-216
[10] Didin
Kurniadin dan Imam Machali, Manajemen Pendidikan: Konsep dan Prinsip
Pengelolaan Pendidikan. (Yogjakarta: Ar-Ruzz Media, 2014). Hal. 239
[12] Didin
Kurniadin dan Imam Machali, Manajemen Pendidikan: Konsep dan Prinsip
Pengelolaan Pendidikan. (Yogjakarta: Ar-Ruzz Media, 2014). Hal. 242
[13] Irma
Septiani dan Bambang Budi Wiyono. Manajemen Kegiatan Ekstrakurikuler Dalam
Meningkatkan Kualitas Sekolah. Jurnal Manajemen Pendidikan Vol. 23,
No. 5. (Malang: Universitas Negeri Malang. 2012). Hal. 424-433
[1] Prof.
Dr. Suharsimi Arikunto dan Lia Yuliana, S.Pd. 2008. Manajemen Pendidikan. (Yogyakarta:
Aditya Media). Hal. 5-8.
Komentar
Posting Komentar